Menanti
Sebuah Kenangan
Mata
tak kunjung berhenti memandang
Helaian
dedaunan kering,
Berterbabgan
tertiup kelembutan angin,
Melukiskan
hatiku yang penuh kehampaan,
Terombang
ambing terterpa badai kepedihan
Angin berhembus lembut
Selembut kenanganku padamu,
Memutar semua lembaran cerita
Yang teruntai antara kau dan aku,
Yang pernah kita lalui
Aliran
sungai,
Mendendangkan
lantunan melodi merdu,
Percikan
air di antara bebatuan,
Berlalu
melintasi gundukan hijau perbukitan,
Seiring
aliran manikam mataku,
Butiran
mutiara berjatuhan dengan senyuman manismu,
Binary
matamu,
Yang
hanya tinggal kenangan.
Di
batas angin ke menunggu
Menunggu
belaian bayu,
Yang
keunatikan untuk membawa
Sosok
mu kemabali ke sisiku.
Hanya
di batas angin aku meratapi,
Terpuruk
dalam tangisan,
Di
batas angin aku menanti,
Dirimu
yang tak kunjung dating menghampiri,
Kebahagian
bersamamu
Hanya
sebatas hembusan angan belaka
Harap Diri
Aku terpaku, terdiam membisu
Berjatuhan manikam dari mataku
Aku mersakan suatu keperihan hati
Merasakan luka sayatan tak terobati
Kupejamkan mataku,
Berharap yang berkelebat dihadapanku,
Hanya sebuah ilusi,
Yang akan segera berlalu
meninggalkanku
Jemari ini menengadah tinggi,
Jantung berdegup kencang tanpa henti,
Menghamba, bertekuk lutut ,
Mengerang berharap semua berlalu
Daku mengeram, memberontak seorang
diri
Menatap lidah langit menyambar,
berteriak
Menggetarkan kekokohan kesombongan,
Memusnahkan kebahagiaan yang terpancar
Jiwa hanya mendamba kesadaran,
Pengakuan, adanya diri ini disini,
Berharap belai kasih yang tak pernah
menjamah,
Bukan senyum kebohongan di balik siksa
tangan gaib
Together
Together,
Within
a smudge of blue,
I
walk the foothpath.
Together,
With
only ourselves in a group,
We
are content.
Together
We
talk about the important things of our lives.
Together,
we
are somehow complete, needing no-one else.
Together,
We
hear the voice behind us, interrupting our private world.
Together,
As
if one person, we glance back
Seeing
the face that spoke.
Together,
We
try to accomaodate the person,
Losing
the closness we had.
Together
no longer,
We
becaome smatters of blue
That
once made a beautiful smudge.
Remember
As i sit alone
With the warm sun on
my back
I realize
something’s missing
A part of me which
lacks.
Could it be the
trees,
Reaching for the
sky?
Or could it be the
children,
Walking home, who
pass me by?
Perhaps, i miss the
birds
Chirping sweetly
above my head?
All I feel is
restlessness
A part of le is
dead.
I know now what ist
is.
Now i realize what
is wrong
It’s the
feeling, they call solitude,
All
my friends are gone.
Of
course I know,
That
as we grow,
We
have to create our own way,
We
all must plot a different course,
To
go by everyday.
I
always thought my friendship
Would
be round
Just
like moon,
But
you see,
I
am not ready well,
For
it all to end soon.
I
miss their happy laughter,
Floating
on the wind.
I
miss the many secrets,
That
circulate within.
The
only way to keep,
Our
friendship woven tight,
Is
to keep in touch always,
And
we’ll be alright!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar