inilah puisinya.... puisi ini tercipta karena saya sedang ingat dengan satu masalah di masa lalu dengan orang terdekat saya yang dengan teganya membohongi saya dan mengatakan semua adalah benar meski dia tengah menipu saya...
Panggung Sandiwara
Tawa terbahak, senyum bermekaran
Menari-nari riang, menebar kebahagiaan
Mendendangkan keindahan kehidupan
Mimpi-mimpi yang menjadi kenyataan
Hingga sinar meredup, tirai tertutup
Pertunjukan usai, dan semua kembali
Menuruni
tangga dengan perlahan,
Seakan
terjun kedalam lembah yang jauh dari pandangan,
Seakan
kembali pada kematian, kegelapan,
Terengah
napasku, letih merasuk tak tertahan,
Semua
tinggal ketakutan
Akan
hadirnya kenyataan
Memang,
Kenyataan yang ada, aku tak hanya menuruni tangga,
Aku jatuh menghantam dasar neraka,
Bukan putri sejuta kebahagiaan,
Tapi budak kepalsuan nirwana,
Karena semua hanya sandiwara belaka...
Kebohongan.
@_@ semoga kesadaran akan kejujuran bisa terbangun ya...
ada satu lagi ya...
Topeng
Kala hari merangkak menjauh,
Kutatap binar nanar matahari,
Terbang jiwa ke angan tersuguh,
Meratapi seraya menapaki hari,
Kucoba
tersenyum mekar,
Menjadi
pribadi yang tegar
Mampu
bertahan sekuat karang,
Meski
ombak dahsyat menerjang
Kala titik-titik indah langit bersinar,
Wijaya kusuma menyapa dengan senyum mekar,
Aku akhirnya terjatuh, tak mampu bertahan
Menutupi semua dengan senyum kepalsuan
Aku
berlutut, mengeram kesakitan
Air
mata tak terbendung membasahi pipi
Inilah
aku yang sesungguhnya,
Tanpa
topeng kepalsuan...
saya kira sekarang terlalu banyak orang yang merasakan hal yang sama seperti apa yang saya rasakan saat ini. yang harus bertahan menerima perlakuan tak sewajarnya dari orang terdekat sekalipun yang seharusnya melindungi kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar