Minggu, 12 Agustus 2012

August Diary

tiap tanggal 13, hal seperti ini sanggat sering terjadi dan dapat dikatakan selalu terjadi. kalau kata REMAJA sekarang 'lagi galau'. itu sedang saya rasakan belakangan ini. dan, puncaknya hari ini. sedikit curhat aja hari ini ya. tapi, sayangnya saya gak tau harus mulai darimana. jadi lewat puisi-puisi yang beberapa hari sempat tercipta aja ya... yang pasti kegalauan ini datang karena liburan datang, tapi gak bisa liburan dengan tenang dan bahagia gara-gara tugas yang numpuk. semoga guru-guru yang niatnya baik nyuruh kita belajar tapi jadi  menyiksa kita amal ibadahnya diterima dan dimaafkan segala kesalahannya ya...

inilah puisinya.... puisi ini tercipta karena saya sedang ingat dengan satu masalah di masa lalu dengan orang terdekat saya yang dengan teganya membohongi saya dan mengatakan semua adalah benar meski dia tengah menipu saya...


Panggung Sandiwara

Tawa terbahak, senyum bermekaran
Menari-nari riang, menebar kebahagiaan
Mendendangkan keindahan kehidupan
Mimpi-mimpi yang menjadi kenyataan
Hingga sinar meredup, tirai tertutup
Pertunjukan usai, dan semua kembali
                Menuruni tangga dengan perlahan,
                Seakan terjun kedalam lembah yang jauh dari pandangan,
                Seakan kembali pada kematian, kegelapan,
                Terengah napasku, letih merasuk tak tertahan,
                Semua tinggal ketakutan
                Akan hadirnya kenyataan
Memang,
Kenyataan yang ada, aku tak hanya menuruni tangga,
Aku jatuh menghantam dasar neraka,
Bukan putri sejuta kebahagiaan,
Tapi budak kepalsuan nirwana,
Karena semua hanya sandiwara belaka...
Kebohongan.

@_@ semoga kesadaran akan kejujuran bisa terbangun ya...
ada satu lagi ya...

Topeng

Kala hari merangkak menjauh,
Kutatap binar nanar matahari,
Terbang jiwa ke angan tersuguh,
Meratapi seraya menapaki hari,
                Kucoba tersenyum mekar,
                Menjadi pribadi yang tegar
                Mampu bertahan sekuat karang,
                Meski ombak dahsyat menerjang
Kala titik-titik indah langit bersinar,
Wijaya kusuma menyapa dengan senyum mekar,
Aku akhirnya terjatuh, tak mampu bertahan
Menutupi semua dengan senyum kepalsuan
                Aku berlutut, mengeram kesakitan        
                Air mata tak terbendung membasahi pipi
                Inilah aku yang sesungguhnya,
                Tanpa topeng kepalsuan...

saya kira sekarang terlalu banyak orang yang merasakan hal yang sama seperti apa yang saya rasakan saat ini. yang harus bertahan menerima perlakuan tak sewajarnya dari orang terdekat sekalipun yang seharusnya melindungi kita.

               
      


Tidak ada komentar:

Posting Komentar